Selasa, 26 Oktober 2010

KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA


FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
 DI NEGERI INDONESIA

Bangsa adalah suatu kelompok manusia yang dianggap memiliki identitas bersama, dan mempunyai kesamaan bahasa, agama, ideologi, budaya, dan/atau sejarah. Mereka umumnya dianggap memiliki asal-usul keturunan yang sama.
Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut.
Jadi. Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang berbeda dengan bentuk organisasi lain terutama karena hak negara untuk mencabut nyawa seseorang. Untuk dapat menjadi suatu negara maka harus ada rakyat, yaitu sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada.
Dan yang dimaksud dengan sadar berbangsa dan bernegara adalah sadar bahwasanya kita berada di tempat yang memiliki bahasa, agama, ideologi, budaya, dan/atau sejarah yang sama dan mempunyai aturan-aturan baik dalam bidang politik, militer, ekonomi, sosial maupun budaya yang diatur oleh Negara.

Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
1)      Pendukung
      Beberapa faktor pendukung untuk terciptanya kesadaran berbangsa dan bernegara  :
  • Tingkat ke-amanah-an seorang pejabat.
Apabila pejabat amanah dalam menjalankan tugas, tentu saja semua oknum akan berlaku jujur dalam menjalankan tugasnya.
  • Pemerataan kesejahteraan setiap daerah.
Pernyataan ini juga merupakan pendukung, karena dengan pemerataan ini maka setiap warga akan merasakan dari adanya aturan yang sama dan perlakuan yang sama sebagai warga Negara tersebut.
  • Keadilan dalm memberikan hak dan kewajiban semua rakyat.
  • Kepercayaan kepada wakil rakyat atau pemerintahan.
Dengan memberikan  kepercayaan kepada pemerintahan maka akan tumbuh rasa bangga bahwasanya mempunyai Negara yang bias dibanggakan. Dan wakil rakyat pun akan dengan senang hati menjalankan amanah.
  • Tegasnya hukum dan aturan pemerintahan.
Dengan hukum dan aturan yang tegas serta adil maka akan tercipta kedamaian sehingga akan tumbuh rasa percaya, bangga terhadap Negara
  • Rasa memiliki dan bangga berbangsa Indonesia.
  • Menyadari bahwa berbangsa dan bernegara yang satu.
  • Mengetahui lebih banyak nilai positif dan kekayaan bangsa.
.

2)      Penghambat
Beberapa faktor penghambat untuk terciptanya kesadaran berbangsa dan bernegara  :
·        Rasa malu berbangsa dan bernegara Indonesia.
·        Ketidak tahuan akan nilai-nilai positif/kekayaan Negara Indonesia.
·        Merosotnya tingkat keamanan Negara Indonesia.
·        Ketidak percayaan kepada pemerintahan.
·        Ketiadaan kesahajaan para pemimpin.
·        Ketidak tegasan hukum yang berlaku.
·        Rasa ingin menonjolkan golongan masing-masing.
·        Merosotnya nilai toleransi dan saling menghargai.

Diatas merupakan factor-faktor pendukung dan peghambat tercipatanya kesadaran berbangsa dan bernegara versi saya. Kesimpulannya, semua faktor penghambat bisa dihindarkan dengan mengajarkan faktor-faktor pendukung sejak dini. Yakni dengan mengembalikan sosialisasi pendidikan kewarganegaraan di sekolah-sekolah. Pada pendidikan kewarganegaraan wajib ditanamkan prinsip etik multikulturalisme, yaitu kesadaran perbedaan satu dengan yang lain menuju sikap toleran yaitu menghargai dan mengormati perbedaan yang ada. Perbedaan yang ada pada etnis dan religi harusnya menjadi bahan perekat kebangsaan apabila antarwarganegara memiliki sikap toleran.
            Institusi di masyarakat, baik di partai, lembaga, yayasan, organisasi sosial, koperasi, ditumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara melalui pendidikan multikulturalisme. Organisasi sosial-politik , pemuda, olahraga, yayasan, koperasi, tidak bersifat eksklusif, namun mampu bersifat inklusif dengan mengembangkan organisasi dengan penanaman kesadaran berbangsa. . 


-terima kasih-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar